Lentera Insan Child Development and Education Center

Senin, 25 Agustus 2008

CERIA !!! PEKAN CERIA

Selamat datang tahun ajaran baru !!! Bagi sebagian anak, tahun ajaran baru berarti pertanda bagi dimulainya kembali rutinitas yang membosankan di sekolah, tugas yang menumpuk, dan ujian-ujian yang menguras otak. Namun, bagi sebagian anak yang lain, tahun ajaran baru berarti dapat kembali bermain dengan teman-teman, mendapat guru baru, dan melakukan berbagai aktivitas yang menyenangkan di sekolah.
Nah, bagaimana dengan ananda di Lentera Insan? Yuk, kita simak liputannya...

Pekan Ceria SD
Hari pertama masuk sekolah, tepatnya Senin, 21 Juli 2008, ananda SD memulai harinya dengan melakukan beberapa permainan (games) yang dibuat khusus oleh tim guru. Mulai dari games perkenalan hingga pencarian harta karun.
Tema umum yang diangkat pada pekan ceria tahun ini adalah Lentera is My Second Home. Wah.. Lentera sebagai rumah kedua? Bagaimana bisa?
Menurut tim guru, sekolah sudah seharusnya menjadi rumah kedua bagi anak-anak, karena
hampir separuh waktu anak-anak dihabiskan di sekolah. Untuk itu, seluruh elemen sekolah harus mampu membuat situasi di sekolah menjadi senyaman di rumah dan menjadikan anak-anak betah berlama-lama di sekolah.
Rasa kecintaan terhadap sekolah menjadi kunci penting dalam memulai pembelajaran. Untuk itu, pekan ceria hadir sebagai pembuka dan diharapkan mampu menarik minat anak untuk melakukan serangkaian aktivitas yang akan dilalui selama satu tahun mendatang.
Selama lima hari ini, ananda diajak untuk beradaptasi kembali dengan situasi sekolah setelah sebelumnya libur panjang.
Khusus bagi ananda kelas satu, pekan ceria bertujuan untuk memperkenalkan situasi baru dan membiasakan mereka di sekolah hingga siang hari.
Ada berbagai macam kegiatan unik yang mereka ikuti. Pada hari kedua, mereka belajar membuat makanan alternatif, yaitu cincau. Secara berkelompok, mereka mengolahnya hingga menjadi makanan yang siap saji. Di hari ketiga, ananda diajak untuk melatih kreativitas dengan membuat lampion yang beraneka ragam warna. Hari berikutnya, seluruh ananda diperkenalkan dengan peraturan sekolah beserta konsekuensinya. Pengenalan peraturan ini merupakan salah satu bagian dari pembelajaran akhlak. Disamping ananda dapat mengetahui dan melaksanakan peraturan dengan baik, mereka juga diharapkan memahami mengapa peraturan tersebut harus dibuat dan dipatuhi.
Di hari terakhir, pekan ceria ditutup dengan fun cooking membuat permen ubi. Hmm.. Seperti apa ya bentuknya? yang jelas, ananda tampak bersemangat membentuk dan menghias permennya masing-masing. Oke teman-teman !!! Jangan pernah berhenti berkreasi ya..

Pekan Ceria TB-TK
Berbeda dengan SD, pekan ceria TB-TK berlangsung dari tanggal 21 Juli
hingga 1 Agustus 2008. Kegiatan diawali dengan ikrar dari ananda TB-TK. Untuk mencairkan suasana, ada beberapa permainan edukatif yang telah disipakan oleh tim guru. Selain itu, untuk pengenalan ananda terhadap sekolahnya, diadakanlah touring sekolah, berupa kunjungan ke seluruh ruang di sekolah.
Aktivitas lainnya yang tidak kalah seru adalah membuat prakarya anak yang bertujuan untuk melatih kemampuan motorik halus ananda TB-TK. Apa saja ya yang mereka buat? Ada badut, kaca mata, hingga topi yang lucu dan unik. Nah, agar dapat membantu bunda memasak di rumah, ananda mulai diperkenalkan dengan kegiatan fun cooking. Untuk kali pertama, ananda membuat makanan ringan cup corn rasa keju. Mmm..yummy, selain mudah membuatnya, bahan-bahan yang digunakan pun cukup sederhana. Untuk mengasah sisi kognitif ananda, maka diadakanlah cerdas cermat sederhana dengan pertanyaan seputar kehidupan sehari-hari dan menonton CD bersama mengenai tata cara shalat menurut sunnah Rasul.
Sebagai penutup,tim guru TB-TK mempersembahakan sebuah drama menarik berjudul “Bunga mawar yang Sombong”. Pementasan drama ini dilakukan dalam assembly yang ke depan akan diselenggarakan setiap 2 bulan sekali. Di sini, baik ananda maupun tim guru secara bergantian akan menampilkan berbagai aktivitas teater, menari, dan menyanyi sebagai salah satu bentuk apresiasi terhadap seni. Melalui kegiatan ini, diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri dan melatih ananda untuk berani tampil di depan umum.

Label:

Selasa, 05 Februari 2008




Pada hari Sabtu, 2 Februari 2008 lalu, kembali Lentera Insan Child Development and Education Center, mengadakan kegiatan yang menjadi salah satu sumbangsih dalam memajukan dunia pendidikan, yaitu EXPO Pendidikan yang mengangkat tema “Education for All : Optimalisasi Keunikan Anak di Sekolah”. Tema ini diangkat dengan landasan bahwa setiap anak, bagaimanapun kondisi serta keunikannya, mulai dari anak-anak berkebutuhan khusus, anak-anak normal, hingga anak-anak istimewa dan berbakat, berhak mendapat pendidikan yang layak dan berkualitas. Namun, nampaknya pesan ini belum sepenuhnya tersampaikan ke khalayak umum. Untuk itu, acara ini bertujuan untuk berbagi dan mengkampanyekan gerakan ini dalam bentuk program-program sekolah, ke masyarakat luas.

Kepala Seksi Bagian Kurikulum Dinas Pendidikan Kota Depok M. Nurdin S.Pd, MM yang hadir dalam acara ini, menyatakan dukungannya terhadap kampanye pendidikan ini. Hal ini sejalan dengan salah satu program pendidikan yang akan digulirkan oleh Pemda Depok mendatang, terkait dengan pendidikan inklusi.
Lentera Insan sebagai institusi pendidikan, juga memperkenalkan proses belajar yang diterapkan kepada siswa-siswanya yaitu student centered learning, dimana peserta didik menjadi subjek pembelajaran sehingga setiap kondisi yang terjadi pada anak menjadi fokus perhatian dalam belajar, serta integrative learning, dimana proses belajar memadukan seluruh aspek perkembangan anak, tidak hanya dari sisi kognisi, tetapi juga dari sisi sosio-emosi, fisik, moral dan agama.
Selain itu, acara ini juga dimeriahkan oleh penampilan dari siswa-siswi Lentera Insan, mulai dari pertunjukan tari, drama, hingga permainan instrumen musik dengan alat-alat pecah belah seperti botol, gelas, dan galon oleh siswa kelas 3 SD Lentera Insan. Penampilan siswa dari Anak Berkebutuhan Khusus juga tak kalah menarik. Ananda Sa’adurrahman yang kini terdeteksi mengalami gangguan konsentrasi memperlihatkan kemahirannya dalam memainkan alat musik pianika dengan membawakan lagu Indonesia Raya dan bernyanyi lagu Bunda di depan seluruh peserta Expo. Kemampuan ini dipelajari secara otodidak oleh Ananda Rahman, begitu panggilannya sehari-hari.
EXPO kali ini diakhiri dengan penampilan dari Lentera Bunda yang membawakan musikalisasi puisi yang sarat dengan nilai-nilai pendidikan dan pengasuhan, serta ditutup dengan touring ke berbagai kelas mulai dari Taman Bermain, Taman Kanak-Kanak hingga Sekolah Dasar. Hal ini bertujuan agar peserta dapat melakukan observasi secara langsung dan mengetahui lebih dalam kegiatan belajar mengajar di dalam kelas sehingga diharapkan peserta mendapatkan informasi secara utuh mengenai sistem pendidikan yang diterapkan oleh Lentera Insan.

Label:

Senin, 21 Januari 2008


LENTERA INSAN EXPO
LENTERA INSAN EXPO merupakan salah satu sumbangsih kami dalam memajukan dunia pendidikan. Adapun tema yang kami angkat adalah “Education for All : Optimalisasi Keunikan Anak di Sekolah”. Hal ini diangkat dengan landasan bahwa setiap anak, bagaimanapun kondisi serta keunikannya, mulai dari anak-anak berkebutuhan khusus, anak-anak normal, hingga anak-anak istimewa dan berbakat, berhak mendapat pendidikan yang layak dan berkualitas. Untuk itu, Lentera Insan sebagai salah satu Yayasan yang bergerak di bidang pendidikan inklusi (pendidikan yang mengabungkan anak berkebutuhan khusus dengan anak normal) turut serta mengkampanyekan gerakan ini ke masyarakat luas melalui kegiatan kami, LENTERA INSAN EXPO.

Label: